Nilai Kewarganegaraan Dalam Praktik Adat Uang Tulang Belakang (Studi Fenomenologi di Suku Aifat Maybrat)

Baru, Maria Magdalena (2026) Nilai Kewarganegaraan Dalam Praktik Adat Uang Tulang Belakang (Studi Fenomenologi di Suku Aifat Maybrat). S1 thesis, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.

[thumbnail of Maria Magdalena Baru-148720520009.pdf] Text
Maria Magdalena Baru-148720520009.pdf - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (571kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi adat “uang tulang belakang” dalam membentuk identitas budaya masyarakat Suku Aifat yang berada di Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Tradisi ini merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan sosial masyarakat Aifat yang tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian masalah sosial, tetapi juga sebagai simbol tanggung jawab moral, penghormatan terhadap leluhur, dan perhatian terhadap hubungan sosial antaranggota keluarga dan masyarakat. Praktik adat ini mengandung nilai-nilai yang sangat kuat mengenai solidaritas sosial, musyawarah, dan keadilan sosial, yang mengatur berbagai interaksi sosial dalam masyarakat Aifat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan tokoh adat, pemuda, dan perempuan, yang memberikan wawasan tentang makna dan penerapan adat "uang tulang belakang" dalam kehidupan mereka. Observasi partisipatif dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan adat dalam kehidupan sehari-hari, sementara dokumentasi berupa catatan adat, foto, dan video mendukung data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koba-koba dan uang tulang belakang berperan sangat penting dalam menjaga identitas budaya Suku Aifat, yang terus dilestarikan melalui proses musyawarah adat. Proses ini juga mencerminkan nilai-nilai demokrasi dan penghormatan terhadap hak-hak individu dalam komunitas adat. Di sisi lain, meskipun tradisi ini tetap dijalankan dengan kuat, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi oleh generasi muda dalam mempertahankan nilai-nilai tradisional tersebut di tengah pengaruh globalisasi dan modernisasi. Hasil penelitian mengungkapkan pentingnya pelestarian tradisi ini dengan melibatkan generasi muda, salah satunya melalui program pelatihan dan festival budaya yang mengangkat nilai-nilai adat Suku Aifat. Tradisi "uang tulang belakang" memiliki potensi untuk menjadi media pendidikan budaya yang memperkenalkan nilai-nilai sosial dan kewarganegaraan kepada generasi penerus. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat Aifat dan pihak-pihak terkait untuk terus mendukung pelestarian adat ini agar tidak tergerus oleh zaman, dan tetap relevan sebagai bagian dari identitas budaya mereka.

Item Type: Skripsi/Tesis/Disertasi/Laporan D3 (S1)
Uncontrolled Keywords: Uang Tulang Belakang, Identitas Budaya, Solidaritas Sosial.
Subjects: 300 ILMU SOSIAL > 370 Pendidikan
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa Sosial dan Olahraga (FABIO) > Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)
Depositing User: UNIMUDA Administrator Sorong
Date Deposited: 06 Oct 2026 06:52
Last Modified: 06 Oct 2026 06:52
URI: http://eprints.unimudasorong.ac.id/id/eprint/1242

Actions (login required)

View Item
View Item