Bahri, Muhammad Naufal (2026) Diplomasi Publik Jepang dalam Menghadapi Kritik Internasional Atas Pembuangan Limbah Nuklir Ke Laut Pasifik di Tahun 2023–2025. S1 thesis, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.
Muhammad Naufal Rizan Bahari-146420122008.pdf - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (2MB)
Abstract
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jepang menjalankan ketiga dimensi diplomasi publik secara aktif. Melalui manajemen berita, Jepang menyebarkan informasi secara transparan melalui situs resmi dan kedutaan besar dalam berbagai bahasa. Melalui komunikasi strategis, Jepang membangun narasi “treated water” yang diperkuat legitimasi ilmiah IAEA. Melalui pembangunan relasi, Jepang membuka akses inspeksi bagi ahli Korea Selatan, mencapai kesepakatan pemantauan bersama dengan Tiongkok, serta kesepahaman dengan negara-negara Pasifik dalam forum PALM 10 pada Juli 2024. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diplomasi publik yang dilakukan Jepang berhasil memitigasi dampak negatif terhadap reputasi nasionalnya dan menjaga stabilitas hubungan diplomatik di kawasan Asia-Pasifik, meski kritik internasional tidak sepenuhnya mereda. Temuan ini menegaskan bahwa diplomasi publik merupakan instrumen strategis yang efektif dalam menghadapi tekanan internasional atas kebijakan domestik berdampak lintas batas.
| Item Type: | Skripsi/Tesis/Disertasi/Laporan D3 (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diplomasi Publik, Jepang, Fukushima, Limbah Nuklir, Soft Power, Laut Pasifik |
| Subjects: | 300 ILMU SOSIAL > 327 Hubungan Internasional |
| Divisions: | Fakultas Hukum Sosial Politik (FHISIPOL) > Hubungan Internasional |
| Depositing User: | UNIMUDA Administrator Sorong |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 05:31 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 05:31 |
| URI: | http://eprints.unimudasorong.ac.id/id/eprint/1167 |
