Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Efektivitas Ekstrak Daun Pucuk Merah (Syzgium Oleana) Yang Tumbuh Disorong Terhadap Staphylococcus aureus

Wahyuni, Sri (2026) Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Efektivitas Ekstrak Daun Pucuk Merah (Syzgium Oleana) Yang Tumbuh Disorong Terhadap Staphylococcus aureus. S1 thesis, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.

[thumbnail of Sri Wahyuni-144820121111.pdf] Text
Sri Wahyuni-144820121111.pdf - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (2MB)

Abstract

Infeksi adalah penyakit yang berasal dari bakteri. Bakteri, mikroorganisme patogen. Antibakteri merupakan senyawa yang berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri dan digunakan secara spesifik dalam penanganan infeksi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri daun pucuk merah dan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara konsentrasi 10%, 15% dan 20% ekstrak daun pucuk merah (S.oleana) yang tumbuh disorong terhadap S.aureus. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar menggunakan cakram disk. Dengan menggunakan aquadest sebagai kontrol negatif (-) antibiotik kloramfenikol sebagai (+) dan ekstrak daun pucuk merah sebagai konsentrasi 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun pucuk merah (S.oleana) mengandung senyawa metabolit sekunder : flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin dan juga memiliki efektifitas antibakteri, terdapat perbedaan antara zona hambatbakteri pada konsentrasi 10%, 15% dan 20% . Pada konsentrasi 10% menunjukkan rata rata zona hambat sebesar 7,05 mm (kategori daya hambat sedang). Pada konsentrasi 15% rata-rata zona hambat sebesar 5,22 mm (Kategori daya hambat sedang). Pada konsentrasi 20% rata-tara zona hambat sebesar 9,98 mm (Kategori daya hambat sedang).Analisis data dilakukan dengan menggunakan spss Berdasarkan hasil uji statistik, data penelitian telah memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas sehingga layak dilanjutkan ke uji One Way ANOVA. Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan dengan nilai signifikansi p = 0,000 (<0,05). uji lanjut Post Hoc Least Significant Difference (LSD), kelompok kontrol positif menunjukkan superioritas dengan daya hambat paling kuat (p = 0,000). Perbandingan dengan kontrol negatif menunjukkan bahwa konsentrasi 10% (p = 0,055) dan 15% (P = 0,140) secara statistik belum memberikan efek hambatan yang nyata (p > 0,05), sedangkan efek antibakteri yang efektif dan signifikan baru mulai terbentuk pada konsentrasi 20% (p = 0,012). Dapat Disimpulkan bahwa ekstrak daun pucuk merah memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, meskipun peningkatan konsentrasi tidak memberikan perbedaan efektivitas yang signifikan.

Item Type: Skripsi/Tesis/Disertasi/Laporan D3 (S1)
Uncontrolled Keywords: Daun pucukmerah (S.oleana); antibakteri; difusi cakram; S.aureus
Subjects: 600 TEKNOLOGI, ILMU TERAPAN > 615 Farmakologi dan Terapi Farmakologi > 615.1 Obat-obatan, Materi Medika > 615.19 Kimia Kedokteran, Kimia Kesehatan
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi S1
Depositing User: UNIMUDA Administrator Sorong
Date Deposited: 24 Jul 2026 07:54
Last Modified: 24 Jul 2026 07:54
URI: http://eprints.unimudasorong.ac.id/id/eprint/1090

Actions (login required)

View Item
View Item